Tidur Sebagai Faktor Risiko Obesitas

Mahasiswa mana yang tak pernah mengalami kesulitan tidur? Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang, agar tubuh dapat berfungsi secara normal. Namun tidak dapat dipungkiri, sebagai mahasiswa yang sering dihadapkan dengan jadwal kuliah dan aktivitas lainnya yang cukup padat, tentunya sangat rentan mengalami kualitas tidur yang buruk. Para deadliner, penderita insomnia, ataupun pemilik waktu aktif setelah tengah malam perlu ingat, bahwa ternyata kualitas dan durasi tidur merupakan salah satu faktor risiko yang sudah dilaporkan dapat mengingkatkan obesitas.

Obesitas merupakan penyakit yang tidak lagi asing di telinga kita. Prevalensi obesitas di Indonesia nyatanya diperkirakan akan terus meningkat terutama di perkotaan yang berkaitan dengan perubahan pola hidup dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Penyebab obesitas umumnya diketahui adalah akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Jumlah asupan yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah akan menyebabkan terjadinya obesitas. Tidur merupakan salah satu aktivitas sedentary. Jumlah jam tidur yang kurang berhubungan dengan peningkatan asupan energi. Menurut penelitian, durasi tidur yang pendek dapat meningkatkan rasa lapar, meningkatkan kesempatan untuk makan, terjadi perubahan termoregulasi, dan meningkatkan kelelahan. Peningkatan rasa lapar dan peningkatan kesempatan untuk makan akan meningkatkan asupan energi sedangkan terjadinya perubahan termoregulasi dan meningkatnya kelelahan akan menurunkan energi expenditure. Peningkatan asupan energi yang tidak diimbangi dengan energi expenditure dapat menyebabkan obesitas.

Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan keseimbangan energi positif, karena kita mempunyai waktu lebih banyak untuk makan terutama makan snack atau ngemil. Selain itu, waktu tidur yang pendek dapat menyebabkan kelelahan pada siang harinya yang memungkinkan terjadi penurunan aktivitas fisik. Hal ini yang dapat menyebabkan kejadian obesitas. Kebutuhan tidur pada usia dewasa awal berkisar 7 sampai 9 jam. Orang yang tidak mendapatkan tidur cukup mengalami perubahan tingkat hormonal dan metabolisme tubuh. Tingkat hormon ghrelin (hormon yang menyebabkan kelaparan) yang tinggi dan rendahnya tingkat hormon leptin (yang membantu mengekang kelaparan) menimbulkan obesitas. Metabolisme adalah perubahan secara fisik dan kimiawi dalam jaringan maupun sel tubuh untuk mempertahankan hidup dan pertumbuhan. Semakin cepat proses metabolisme yang terjadi, semakin banyak energi yang dihasilkan dari proses pembakaran kalori tubuh sehingga memengaruhi berat badan. Dalam keadaan normal, hormon leptin, yaitu hormon yang mengatur regulasi lemak tubuh dan rasa lapar dapat bekerja dengan baik. Semakin banyak hormon leptin yang dihasilkan, semakin banyak jumlah pembakaran lemak yang terjadi dan rasa lapar akan menurun karena hambatan langsung di pusat lapar, yaitu hipotalamus. Waktu tidur yang kurang juga mampu menurunkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang berperan dalam pengaturan laju metabolisme serta kadar growth hormone, yaitu hormon yang berperan penting di dalam pembakaran lemak dan pembentukan otot.

Menurut penelitian yang dilakukan pada hewan, durasi tidur pendek dapat menyebabkan hyperphagia (peningkatan rasa lapar), pada manusia juga menunjukkan efek yang sama. Peningkatan asupan makan tersebut terutama makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat. Perubahan ini berhubungan dengan peningkatan ghrelin dan penurunan leptin dalam serum, hal ini membuktikan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi rasa lapar.
Tidak hanya asupan makanan, pola hidup terbukti merupakan salah satu faktor penunjang kualitas kesehatan, tergantung lagi dari bagaimana kita mengaturnya. Pola hidup yang buruk dapat mengiring kita ke kualitas hidup yang buruk, begitupun sebaliknya. Jadi sudah seyogyanya bagi kita sebagai manusia yang telah diberikan karunia kesehatan yang baik menjaganya dengan menerapkan pola hidup yang baik. Mulailah dari menerapkan waktu istirahat yang sepantasnya bagi tubuh kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *