NUTRITION COMPETITION 2017

      Indonesia memiliki beragam buah-buahan lokal yang bernilai gizi baik bagi kesehatan, mulai dari pisang, jambu, apel, dan sebagainya. Namun dalam kenyataannya, masyarakat Indonesia tergolong minim mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Menurut data dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian pada tahun 2011, diketahui bahwa konsumsi buah-buahan masyarakat Indonesia hanya 34,55 kg/kapita/tahun. Sedangkan konsumsi sayuran sebagai salah satu sumber serat bagi kesehatan, selain buah, di Indonesia hanya 40,35 kg/kapita/tahun. Data lainnya menunjukkan Indonesia adalah negara konsumsi buah terendah di regional Asia.  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan pada tahun 2013 menyatakan bahwa sekitar 93% anak di atas 10 tahun mengalami kekurangan konsumsi buah dan sayur. Data tersebut terkumpul sejak 2007 hingga 2013 dari seluruh dari provinsi di Indonesia. Padahal berbagai himbauan konsumsi buah sebenarnya sudah ada dan berulang kali disampaikan kepada masyarakat, termasuk rekomendasi mengonsumsi buah. Namun ternyata berbagai rekomendasi ini masih belum mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.

      Kurangnya konsumsi buah dan sayur yang merupakan penyuplai utama dari serat dan mikronutrien seperti vitamin, mineral, dan beberapa enzim yang membantu pencernaan. Penelitian yang dirilis dalam Medicine Journal 2016 menyebutkan bahwa semakin tinggi konsumsi buah per hari dapat menurunkan rasio risiko kematian dari berbagai sebab seperti penyakit kardiovaskular, koroner, iskemik, dan stroke. Untuk itu diperlukan upaya yang lebih untuk meningkatkan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang tidak hanya berupa penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga upaya perubahan sikap dan perilaku masyarakat, melalui sosialisasi atau penyuluhan dan promosi yang lebih intensif pada masyarakat tentang manfaat dari konsumsi dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang memiliki peran sebagai agent of change diharapkan dapat menuangkan ide, gagasan, dan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar, terutama masalah yang terkait dengan kesehatan, khususnya di bidang gizi. NUTRITION COMPETITION 2017 yang merupakan program kerja dari divisi pendidikan dan profesi FORMAZI FKM UNHAS hadir sebagai wadah bagi para generasi muda untuk menyalurkan ide terbaiknya dalam upaya menyelesaikan permasalahan tersebut.

Guideline NC 2017:

Nutrition Competition 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *