Konsumsi Hidangan Bersantan Saat Lebaran, Siapa Takut?

Hari Raya Idul Fitri memiliki kaitan yang sangat erat dengan hidangan-hidangan yang mengandung santan, seperti opor, rendang, kari, dan lain-lain. Nah buat teman-teman ternyata tidak perlu takut untuk menikmati makanan-makanan tersebut, tentunya bila dikonsumsi secara wajar ya. Yuk kenali terlebih dahulu seluk beluk mengenai santan dan tips-tips sehat terkait santan.

Santan di samping memiliki khasiat untuk menambah rasa gurih dan enak pada masakan, seringkali dituduh buruk bagi kesehatan. Faktanya adalah santan ini mempunyai manfaat yang luar biasa bagi tubuh yang kurang dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Santan kelapa adalah cairan berwarna putir yang dihasilkan dari daging kelapa yang diparut, diperas dan ditambahkan air. Santan kelapa mengandung tiga nutrisi utama, yaitu lemak sebesar 88,30%, protein sebesar 6,10% dan karbohidrat sebesar 5,60% (Srihari, 2010 dalam Cahyono, 2015). Santan mempunyai rasa lemak dan digunakan sebagai perasa yang menyedapkan masakan menjadi gurih.

Santan mengandung asam lemak jenuh, asam lemak monotakjenuh dan asam lemak politakjenuh. Hasil penelitian sendiri menunjukkan bahwa sebanyak 89-91% kandungan santan terdiri dari asam lemak jenuh (Hayati, 2010). Perlu diketahui bahwa santan dan minyak kelapa terkenal dengan MCFA (Medium Change Fatty Acid) yang tinggi. Walaupun MCFA bukan merupakan sumber asam lemak penting tetapi MCFA mudah diserap dan digunakan sebagai tenaga secara optimal. MCFA dapat meningkatkan kadar metabolik badan dan selanjutnya mampu mengurangkan berat badan karena sifat-sifat MCFA yang mudah diubah kepada tenaga dibandingkan dengan disimpan sebagai lemak dalam badan. (Kem et al., 2000 dalam Hayati, 2010).

Profil asam lemak pada santan juga didominasi oleh asam laurat (Hayati, 2010). Yang mungkin kurang kita ketahui mengenai asam lemak ini adalah asam lemak berantai sederhana yang sangat baik untuk kesehatan. Manfaat asam laurat antara lain dapat membunuh berbagai jenis mikroba. Sifat asam laurat dapat melarutkan membrane virus sehingga akan mengganggu kekebalan virus. Hal ini akan membuat virus tersebut inaktivasi (Pujiati, 2012). Asam laurat juga bermanfaat sebagai anti mikroba.

Salah satu hal yang sering menjadi kekhawatiran orang-orang ketika mengonsumsi hidangan bersantan adalah meningkatnya kadar kolesterol darah. dr. Tan Shot Yen, pakar gizi mengatakan bahwa meningkatnya kadar kolesterol darah akibat konsumsi hidangan bersantan sebenarnya dapat dihindar apabila mengonsumsinya secara wajar. “Santan adalah makanan yang sehat” tuturnya, namun perlu kembali diingat bahwa santan memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi sehingga sebaiknya konsumsi makanan bersantan dibatasi agar tidak lebih dari sekali seminggu.

Masyarakat juga memiliki kebiasaan untuk memanaskan makanan bersantan berulang-ulang meskipun telah melewati beberapa hari. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena pemanasan yang berulang-ulang akan menyebabkan kadar kandungan lemaknya akan semakin meningkat (Cahyono, dkk., 2015). Berdasarkan hal itu pula disarankan kepada yang akan memasak hidangan bersantan untuk memasukkan bahan santan pada urutan terakhir dalam proses pemasakan, selain agar tidak diperoleh hasil santan yang pecah.

Sumber:

Anwar, F. 2018. Tips Sehat Konsumsi Makanan Bersantan Tanpa Khawatir Kolesterol. https://health.detik.com/diet/4002725/tips-sehat-konsumsi-makanan-bersantan-tanpa-khawatir-kolesterol. 03 Mei 2018 (14:07).

Cahyono, M. A., Yuwono, S. S. 2015. Pengaruh proporsi santan dan lama pemanasan terhadap sifat fisiko kimia dan organoleptic bumbu gado-gado instan. Jurnal Pangan dan Agroindustri [Online] Vol. 3, No. 3. Hal. 1095-1106. http://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/viewFile/232/239

Hayati, R. 2010. Profil asam lemak dan triasilgliserol berantai sedang (mcfa) dalam kelapa segar dan santan (cocos nucifera l.). Agrista [Online] Vol. 14, No. 3. https://media.neliti.com/media/publications/218826-profil-asam-lemak-dan-triasilgliserol-be.pdf

Su’I, M., Sumaryati, E., & Yusron, M. 2017. Pengaruh suhu dan lama hidrolisis santan kelapa terhadap kadar asam laurat (menggunakan enzim lipase endogenous). Jurnal Ilmu Pertanian Agrika [Online] Vol. 11, No. 1. http://publishing-widyagama.ac.id/ejournalv2/index.php/agrika/article/view/448/437

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *