Kondisi Pangan Indonesia

KONDISI PANGAN DI INDONESIA SAAT INI

Pangan merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Di antara kebutuhan yang lainnya, pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dulu hingga sekarang masih terkenal dengan mata pencaharian penduduknya sebagai petani atau bercocok tanam. Luas lahan pertanianpun tidak diragukan lagi. Namun, dewasa ini Indonesia justru menghadapi masalah serius dalam situasi pangan di mana yang menjadi kebutuhan pokok semua orang

Pemerintah Indonesia berusaha mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan pangan dengan meningkatkan pasokan melalui peningkatan produksi beras dan mengembangkan tanaman bernilai lebih tinggi. Berbagai upaya harus terus dilakukan pemerintah guna menjamin ketersediaan dan pemerataan bahan pangan pokok bagi seluruh masyarakat. Pasalnya hingga saat ini, Indonesia masih berada pada tahap ketahanan pangan, belum mencapai fase swasembada pangan.

Adanya kerusakan tanah yang terjadi pada area yang luas dan penggunaan pestisida yang tidak bijak mengancam ketahanan pangan nasional.

Hal itu dikatakan Senior Expatriate Tech-Cooperation Aspac FAO, Ratno Soetjiptadie, dalam diskusi tebatas bertema “Produktivitas Padi versus Importasi Beras, Ada Apa?” yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (09/7/2018).

Dia memperkirakan, sekitar 69% tanah Indonesia dikategorikan rusak parah lantaran penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan.

Menurutnya, ketahanan pangan (food securities) selama 2015-2080 Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim. Banjir, kekeringan, dan serangan hama, selalu dijadikan kambing hitam gagal pangan.

Namun, secara global apakah Indonesia mengalami penurunan atau tidak.  Global Food Security Index-GFS atau Peringkat Ketahanan Pangan Indonesia meningkat dari posisi ke-71 menjadi posisi ke-61 pada 2017.

Berdasarkan hasil kajian The Economist Inteligence Unit (EIU) yang melakukan survei terhadap 113 negara, pada 2016 Indonesia menempati posisi ke-71 dengan skor 51,1 sedangkan pada tahun 2017 Indonesia naik menjadi rangking ke-69 dengan skor 51,3. Artinya ada peningkatan dalam hal ketahanan pangan di dalam negeri.

Menurut Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian Ketut Kariyasa, meningkatnya ketahanan pangan Indonesia ini seiring dengan membaiknya posisi tiga pilar yang membentuknya.

Ketiga pilar tersebut adalah keterjangkauan (affordability), ketersediaan (availability), dan kualitas dan keamanan (quality and safety).

Dia menambahkan, membaiknya posisi Ketahanan Pangan Indonesia tidak terlepas dari upaya keras yang telah dilakukan pemerintah dalam bentuk program-program terobosan pembangunan pertanian dalam empat tahun terakhir ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *