Posts

Tips dalam Melakukan Diet

cafe

Menurunkan berat badan memang tidak mudah, diperlukan niat yang teguh dan usaha keras. Akan tetapi, kalau kita mengetahui strateginya, tidak terlalu sulit juga. Berikut ini beberapa tips dalam melakukan diet:

  1. Makanlah secara teratur sesuai dengan jumlah pembagian makanan yang ditentukan dokter atau ahli gizi. Jika berdiet dengan produk tertentu, lakukanlah sesuai dengan anjuran yang tertera pada kemasan makanan.
  2. Untuk menghilangkan rasa lapar sewaktu berdiet, perbanyaklah minum air putih atau makan sayur-sayuran.
  3. Usahakan agar tidak langsung tidur sesudah makan.
  4. Lakukanlah gerak badan secara teratur disamping melakukan diet.
  5. Jika mengalami hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) segeralah minum segelas sirup atau 1-2 sendok teh gula pasir. Gejala hipoglikemia antara lain ditandai oleh rasa dingin, gemetar, lemas, perih di ulu hati, pusing, dan mata berkunang-kunang.
    6. Berkonsultasilah selalu dengan dokter atau ahli gizi.

Sumber: Kurniasih. 2017. Diet Sehat Tanpa Lapar. Yogyakarta: Media Pressindo

NUTRITION COMPETITION 2017

      Indonesia memiliki beragam buah-buahan lokal yang bernilai gizi baik bagi kesehatan, mulai dari pisang, jambu, apel, dan sebagainya. Namun dalam kenyataannya, masyarakat Indonesia tergolong minim mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Menurut data dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian pada tahun 2011, diketahui bahwa konsumsi buah-buahan masyarakat Indonesia hanya 34,55 kg/kapita/tahun. Sedangkan konsumsi sayuran sebagai salah satu sumber serat bagi kesehatan, selain buah, di Indonesia hanya 40,35 kg/kapita/tahun. Data lainnya menunjukkan Indonesia adalah negara konsumsi buah terendah di regional Asia.  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan pada tahun 2013 menyatakan bahwa sekitar 93% anak di atas 10 tahun mengalami kekurangan konsumsi buah dan sayur. Data tersebut terkumpul sejak 2007 hingga 2013 dari seluruh dari provinsi di Indonesia. Padahal berbagai himbauan konsumsi buah sebenarnya sudah ada dan berulang kali disampaikan kepada masyarakat, termasuk rekomendasi mengonsumsi buah. Namun ternyata berbagai rekomendasi ini masih belum mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.

      Kurangnya konsumsi buah dan sayur yang merupakan penyuplai utama dari serat dan mikronutrien seperti vitamin, mineral, dan beberapa enzim yang membantu pencernaan. Penelitian yang dirilis dalam Medicine Journal 2016 menyebutkan bahwa semakin tinggi konsumsi buah per hari dapat menurunkan rasio risiko kematian dari berbagai sebab seperti penyakit kardiovaskular, koroner, iskemik, dan stroke. Untuk itu diperlukan upaya yang lebih untuk meningkatkan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang tidak hanya berupa penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga upaya perubahan sikap dan perilaku masyarakat, melalui sosialisasi atau penyuluhan dan promosi yang lebih intensif pada masyarakat tentang manfaat dari konsumsi dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang memiliki peran sebagai agent of change diharapkan dapat menuangkan ide, gagasan, dan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar, terutama masalah yang terkait dengan kesehatan, khususnya di bidang gizi. NUTRITION COMPETITION 2017 yang merupakan program kerja dari divisi pendidikan dan profesi FORMAZI FKM UNHAS hadir sebagai wadah bagi para generasi muda untuk menyalurkan ide terbaiknya dalam upaya menyelesaikan permasalahan tersebut.

Guideline NC 2017:

Nutrition Competition 2017

FORMAZI POSTER 2017

Hari Gizi Nasional di Indonesia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 25 Januari. Pentingnya Gizi dalam kehidupan sudah diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia almarhum Prof. Poorwo Soedarmo sejak awal Kemerdekaan. Beliau kala itu diangkat oleh Menteri Kesehatan Dokter J Leimena untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman. Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an, kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itulah pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.

       Hari Gizi bukan hanya sebuah seremonial belaka, namun harus menjadi momen untuk meneropong kenyataan masalah malnutrisi di lapangan dan melakukan strategi penyelesaian yang terpadu dan menyeluruh di semua area. Karena sampai saat ini masih ada beberapa kasus meninggal terhadap balita penderita gizi buruk di hampir semua wilayah di Indonesia. Hal ini menjadi pertanda masih kurang perhatiannya pemerintah dan masyarakat akan masalah ini. Bahayanya kasus ini dapat mengakibatkan suramnya masa depan anak-anak bangsa generasi penerus, bahkan terburuk kita bisa kehilangan satu generasi harapan karena kasus kematian yang semakin berkembang. Kasus gizi buruk ini juga dapat mengakibatkan balita yang menderita dapat menjadi seseorang yang kelainan mental atau IQ yang dibawah rata-rata pada saat dewasa nanti. Jelas hal ini tidak bisa menjadi gambaran ideal masa depan bangsa. Kita beruntung karena tinggal di tanah yang subur dan menghasilkan makanan yang sehat. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar mengkombinasikan makanan mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan dari alam sekitar untuk kita dan anak-anak kita, guna memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

       Untuk memeriahkan Hari Gizi Nasional 2017 yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 25 Januari itu, Forum Mahasiswa Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar menggelar acara FOPOST 2017. FOPOST 2017 merupakan lomba poster yang diadakan oleh FORMAZI FKM UNHAS untuk lebih memperkenalkan gizi kepada khayalak luas.

Guideline FOPOST 2017 dan Logo FORMAZI:

fopost-guideline

logo-formazi

Hari PPOK 2016

Kenali Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

      Penyakit paru obstruktif kronik atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease merupakan rangkaian penyakit paru yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang tid ak sepenuhnya reversible. PPOK terdiri atas 3 kesatuan yaitu bronkitis kronik didefinisikan menurut gejala klinisnya, emfisema paru menurut ppok-atau-copdpatologi anatominya, sedangkan asma menurut patofisiologi klinisnya.

  1. Asma

           Asma merupakan Keadaan yang menunjukkan respons abnormal saluran napas terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas yang meluas. Penyempitan jalan napas disebabkan oleh bronkospasme, edema mukosa, dan hipersekresi mukus yang kental. Asma dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu asma ekstrinsik atau alergik yang disebabkan oleh kepekaan individu terhadap alergan, asma intrinsik atau idiopatik ditandai dengan sering ditemukannya faktor nonspesifik seperti flu biasa, latihan fisik, asthmatic-airway-shutterstockatau emosi, serta serta asma campuran yang terdiri dari komponen-komponen asma ekstrinsik dan intrinsik.

  1. Bronkitis Kronik dan Emfisema

      Bronkitis kronik adalah hipertrofi kelenjar mukosa bronkus dan peningkatan jumlah dan ukuran sel-sel goblet, dengan infiltrasi sel-sel radang dan edema mukosa bronkus. Emfisema menunjukkan adanya abnormalitas, pembesaran permanen pada saluran udara bagian bawah sampai bronkhiolus terminal dengan kerusakan pada dinding dan tanpa fibrosis yang nyata. Ada dua bentuk emfisema yang paling penting sehubungan dengan PPOK yaitu, emfisema sentrilobular (CLE) yang menyerang bagian respiratorius dan duktus alpenderita-bronkitis50516587_mveolaris. Dinding-dinding mulai berubang, membesar, bergabung dan akhirnya cenderung menjadi satu ruang sewaktu dinding-dinding mengalami int  egrasi, serta emfisema panlobular (PLE) menyerang bagian asinus yang sentral maupun yang perifer, dimana alveolus yang terletak distal dari bronkiolus terminalis mengalami pembesaran serta kerusakan secara merata.

      Perjalanan klinis penderita PPOK terbentang mulai dari pink puffers sampai blue bloaters, yang berlangsung lama, dimulai dari usia 20-30 tahun dengan batuk merokok atau batuk pagi disertai dengan pembentukan sedikit sputum mukoid, serta infeksi pernapasan ringan yang cenderung berlangsung lebih lama dari biasanya. Tanda klinis utama pada pink puffers (berkaitan dengan PLE) adalah timbulnya dispnea (napas pendek yang abnormal) disertai batuk dan produksi sputum yang berarti. Biasanya dispnea mulai timbul antara usia 30 sampai 40 tahun dan semakin lama semakin berat. Pada keadaan PPOK pasien blue bloaters (bronkitis tanpa bukti-bukti emfisema obstruktif), biasanya menderita batuk produktif dan berulang kali mengalami infeksi pernapasan yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebleum tampak gangguan fungsi, akhirnya timbul gejala dispnea pada waktu pasien melakukan kegiatan fisik. Pengobatan PPOK mencakup berhenti merokok, antibiotik untuk infeksi pernapasan bagian atas, vaksin influenza dan pneumokokal profilaktik, obat-obat bronkodilator untuk meringkan bronkospasme, hidrasi, fisioterapi dada, latihan pernapasan, aliran rendah O2 yang terus menerus, dan program olahraga. Terapi peningkatan α1-antitripsin serta terapi reduski volume paru untuk pasien dengan defisiensi herediter masih bersifat eksperimental.

Daftar Pustaka:

Price, Sylvia A. dan Lorraine M. Wilson. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-prose Penyakit Edisi 6 Volume 1. Jakarta: EGC.

Hari Diabetes Sedunia 2016


       World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika  pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah) atau alternative, ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan  insulin yang dihasilkan. Keseluruhan risiko kematian antara orang-orang dengan diabetes adalah setidaknya dua kali lipat risiko rekan-rekan mereka tanpa diabetes. Diabetes juga cacat dalam kemampuan tubuh untuk mengubah glukosa (gula) menjadi energi. Glukosa adalah sumber utama bahan bakar bagi tubuh kita.  Ketika makanan dicerna itu berubah menjadi lemak, protein, atau karbohidrat. Makanan yang mempengaruhi gula darah disebut karbohidrat. Karbohidrat, ketika dicerna, berubah menjadi glukosa (WHO, 2010). Berdasarkan proyeksi World Health Organization, diperkirakan bahwa dalam kurun waktu 30 tahun (1995-2025), jumlah penderita diabetes di negara berkembang akan meningkat sebesar 170 %. Dari persentase tersebut, jumlah penderita diabetes di Indonesia akan meningkat dari 5 juta penderita menjadi 12 juta penderita yang akan termasuk dalam daftar 10 negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar (Healthy Choice, 2002).

       World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes mellitus-nya terbanyak setelah India, China, Uni Soviet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes per tahunnya, sehingga pada tahun 2005 diperkirakan akan mencapai 12 juta penderita. Kenaikan ini antara lain karena usia harapan hidup semakin meningkat, diet kurang sehat, kegemukan, gaya hidup modern (Hasnah, 2009). Pada individu dengan diabetes, proses ini terganggu. Diabetes terjadi ketika pankreas gagal untuk menghasilkan jumlah yang cukup insulin – diabetes tipe 1 atau insulin yang dihasilkan rusak dan tidak dapat memindahkan glukosa ke dalam sel – diabetes tipe 2. Entah insulin tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup atau insulin yang dihasilkan rusak dan tidak dapat memindahkan glukosa ke dalam sel. Ada dua jenis utama diabetes (DRWF US, 2016):

  1. Diabetes tipe 1 yang paling sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, meskipun dapat terjadi pada semua usia. Diabetes tipe 1 ac- jumlah 5-10% dari semua diabetes di     Amerika Serikat. Ada tidak muncul untuk menjadi komponen genetik untuk diabetes tipe 1, tetapi Penyebab belum diidentifikasi.
  2. Diabetes tipe 2 adalah jauh lebih umum dan menyumbang 90-95% dari semua diabetes. Diabetes tipe 2 terutama mempengaruhi orang dewasa, namun baru-baru tipe 2 telah mulai mengembangkan pada anak-anak. Ada korelasi yang kuat antara diabetes tipe 2, aktivitas fisik dan  kegemukan.

Bagaimana diabetes didiagnosis?  

       Diagnosis diabetes dibuat dengan tes darah sederhana mengukur kadar glukosa darah.  Biasanya tes ini diulang pada hari berikutnya untuk mengkonfirmasikan diagnosis.  Diagnosis diabetes adalah pengalaman menakutkan dan membingungkan karena ada begitu banyak informasi untuk mengambil dan diagnosis mungkin datang sebagai kejutan. Orang dengan diabetes tipe 2 mungkin mendengar kondisi mereka digambarkan sebagai “ringan,” tapi diabetes tipe 2 tidak “ringan” kondisi medis. Kedua bentuk dan semua tahapan diabetes serius, dengan banyak komplikasi yang mungkin, termasuk mata, jantung, ginjal, dan kerusakan saraf (DRWF US, 2016).

Pencegahan

       Tanpa tindakan segera, kematian terkait diabetes akan meningkat lebih dari 50% dalam 10 tahun. Untuk membantu mencegah diabetes 2 dan jenisnya komplikasi, orang harus (WHO, 2010):

  1. Meminta rujukan untuk pendidik diabetes bersertifikat dan / atau ahli gizi.
  2. Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  3. Jadilah aktif secara fisik – setidaknya 30 menit teratur, intensitas sedang aktivitas di sebagian besar hari.
  4. Diagnosis dini dapat dilakukan melalui tes darah relatif murah.
  5. Pengobatan diabetes melibatkan darah menurunkan gula dan kadar risiko yang diketahui lainnya faktor yang merusak pembuluh darah.
  6. Tembakau penghentian juga penting untuk menghindari komplikasi.

Pengendalian diabetes

  1. Orang dengan diabetes tipe 1 membutuhkan insulin; orang dengan diabetes tipe 2 dapat diobati dengan obat oral, tetapi juga mungkin memerlukan insulin.
  2. Kontrol tekanan darah
  3. Perawatan kaki

Intervensi penghematan biaya lainnya termasuk:

  1. Skrining dan pengobatan untuk retinopati (yang menyebabkan kebutaan);
  2. Kontrol lipid darah (untuk mengatur kolesterol tingkat);
  3. Skrining untuk tanda-tanda awal diabetes terkait penyakit ginjal dan pengobatan. Langkah-langkah ini harus didukung oleh diet sehat, aktivitas fisik secara teratur, pemeliharaan berat badan yang normal dan menghindari merokok.

DAFTAR PUSTAKA

Diabetes Research Wellness Foundation, 2016. All rights reserved.5151 Wisconsin Ave. NW, Suite 420 • Washington, D.C.

Healthy Choice. 2002. Insulin Serat Makanan Istimewa (Edisi I). Jakarta: Majalah Healthy Choice.

Hasnah, 2009. Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2. Media Gizi Pangan, Vol. VII, Edisi 1.

World Health Organization, 2010. Diabetes.