Posts

Hubungan Status Gizi Remaja dengan Aktivitas Fisik

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Batasan remaja menurut World Health Organization (WHO) adalah usia antara 10-19 tahun. Pada usia ini banyak perubahan yang terjadi baik fisik maupun psikologis, Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi pada masa remaja akan mempengaruhi status gizi remaja tersebut. Asupan zat-zat gizi yang seimbang dan sesuai kebutuhan remaja akan membantu remaja mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan dan kecukupan akan menimbulkan masalah gizi baik gizi lebih maupun gizi kurang (Sulistyoningsih, 2011).

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Kebiasaan yang salah sejak masa remaja akan sulit diubah saat dewasa seperti pola makan yang tidak sehat, tidur yang tidak baik dan kurang olahraga (Roizen, 2012). Masalah gizi yang sering dialami oleh remaja yang tidak melakukan aktifitas fisik adalah obesitas (kelebihan berat badan), dimana menurut  Budiyanto (2002) beberapa penyebab obesitas adalah ketidakseimbangan asupan dari pola makan dengan aktivitas fisik sehari-hari. Apabila asupan makanan lebih besar daripada kalori yang dikeluarkan dari aktivitas fisik sehari-hari maka hal ini dapat menjadi salah satu pemicu obesitas.

Overweight dan obesitas merupakan penyakit multifaktorial yang disebabkan interaksi faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dapat mempengaruhi terjadinya overweight dan obesitas adalah genetik, kelainan endokrin, dll. Selain faktor internal, overweight dan obesitas juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi terjadinya obesitas adalah gaya hidup atau tingkah laku dan faktor lingkungan. Sebagian besar overweight dan obesitas disebabkan karena faktor eksternal sedangkan faktor internal hanya menyumbang 10% (Atkinson, et al., 2005). Salah satu faktor eksternal yaitu aktivitas fisik memiliki hubungan terhadap overweight dan obesitas dibanding dengan faktor eksternal lainnya. Aktivitas fisik menyumbangkan pengeluaran energi sebesar 20–50%. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan terjadinya kelebihan energi yang pada akhirnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak (Guow, et al., 2010). Overweight dan obesitas pada usia remaja awal berhubungan dengan kebiasaan tidak aktif yang mengarah pada kebiasaan gaya hidup sedentari (malas bergerak).

Data riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi gizi lebih secara nasional pada remaja umur 13-15 tahun di Indonesia sebesar 10.8% terdiri dari 8.3% gemuk dan 2,5% sangat gemuk atau obesitas. Prevalensi gizi lebih pada remaja umur 16-18 tahun mengalami peningkatan yang sinifikan dari tahun 2007 sebesar 1.4% menjadi 7.3% pada tahun 201y3 (Depkes, 2013). Berdasarkan data Riskesdas 2010, kejadian overweight dampak kemajuan teknologi menyebabkan anak-anak cenderung menggemari permainan yang kurang menggunakan energi, seperti menoton televisi, permainan dengan menggunakan remote control, play station, atau game di komputer ataupun di smartphone sehingga asupan yang masuk dan keluar tidak sesuai.

Memperbanyak aktifitas fisik merupakan penanganan obesitas pada remaja yang baik. Memperbanyak olahraga contohnya, karena dengan olahraga tubuh akan mengubah lemak menjadi karbohidrat yang digunakan sebagai energi untuk beraktifitas, semakin banyak beraktivitas maka semakin banyak lemak yang akan dibakar menjadi energi. Adapun cara untuk mengatasi obesitas pada remaja adalah diet, mengurangi pengkonsumsian makanan yang berminyak, terapi psikologis, operasi.

Sumber :

Erni S. Nomate, Marselinus L. Nur & Sarci M. Toy / Unnes Journal of Public Health 6 (3) (2017)

Dewi Nur Wijyayanti, 2013. Analisis Faktor Penyebab Obesitas dan Cara Mengatasi Obesitas pada Remaja Putri. UNS

Tidur Sebagai Faktor Risiko Obesitas

Mahasiswa mana yang tak pernah mengalami kesulitan tidur? Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang, agar tubuh dapat berfungsi secara normal. Namun tidak dapat dipungkiri, sebagai mahasiswa yang sering dihadapkan dengan jadwal kuliah dan aktivitas lainnya yang cukup padat, tentunya sangat rentan mengalami kualitas tidur yang buruk. Para deadliner, penderita insomnia, ataupun pemilik waktu aktif setelah tengah malam perlu ingat, bahwa ternyata kualitas dan durasi tidur merupakan salah satu faktor risiko yang sudah dilaporkan dapat mengingkatkan obesitas.

Obesitas merupakan penyakit yang tidak lagi asing di telinga kita. Prevalensi obesitas di Indonesia nyatanya diperkirakan akan terus meningkat terutama di perkotaan yang berkaitan dengan perubahan pola hidup dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Penyebab obesitas umumnya diketahui adalah akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Jumlah asupan yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah akan menyebabkan terjadinya obesitas. Tidur merupakan salah satu aktivitas sedentary. Jumlah jam tidur yang kurang berhubungan dengan peningkatan asupan energi. Menurut penelitian, durasi tidur yang pendek dapat meningkatkan rasa lapar, meningkatkan kesempatan untuk makan, terjadi perubahan termoregulasi, dan meningkatkan kelelahan. Peningkatan rasa lapar dan peningkatan kesempatan untuk makan akan meningkatkan asupan energi sedangkan terjadinya perubahan termoregulasi dan meningkatnya kelelahan akan menurunkan energi expenditure. Peningkatan asupan energi yang tidak diimbangi dengan energi expenditure dapat menyebabkan obesitas.

Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan keseimbangan energi positif, karena kita mempunyai waktu lebih banyak untuk makan terutama makan snack atau ngemil. Selain itu, waktu tidur yang pendek dapat menyebabkan kelelahan pada siang harinya yang memungkinkan terjadi penurunan aktivitas fisik. Hal ini yang dapat menyebabkan kejadian obesitas. Kebutuhan tidur pada usia dewasa awal berkisar 7 sampai 9 jam. Orang yang tidak mendapatkan tidur cukup mengalami perubahan tingkat hormonal dan metabolisme tubuh. Tingkat hormon ghrelin (hormon yang menyebabkan kelaparan) yang tinggi dan rendahnya tingkat hormon leptin (yang membantu mengekang kelaparan) menimbulkan obesitas. Metabolisme adalah perubahan secara fisik dan kimiawi dalam jaringan maupun sel tubuh untuk mempertahankan hidup dan pertumbuhan. Semakin cepat proses metabolisme yang terjadi, semakin banyak energi yang dihasilkan dari proses pembakaran kalori tubuh sehingga memengaruhi berat badan. Dalam keadaan normal, hormon leptin, yaitu hormon yang mengatur regulasi lemak tubuh dan rasa lapar dapat bekerja dengan baik. Semakin banyak hormon leptin yang dihasilkan, semakin banyak jumlah pembakaran lemak yang terjadi dan rasa lapar akan menurun karena hambatan langsung di pusat lapar, yaitu hipotalamus. Waktu tidur yang kurang juga mampu menurunkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang berperan dalam pengaturan laju metabolisme serta kadar growth hormone, yaitu hormon yang berperan penting di dalam pembakaran lemak dan pembentukan otot.

Menurut penelitian yang dilakukan pada hewan, durasi tidur pendek dapat menyebabkan hyperphagia (peningkatan rasa lapar), pada manusia juga menunjukkan efek yang sama. Peningkatan asupan makan tersebut terutama makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat. Perubahan ini berhubungan dengan peningkatan ghrelin dan penurunan leptin dalam serum, hal ini membuktikan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi rasa lapar.
Tidak hanya asupan makanan, pola hidup terbukti merupakan salah satu faktor penunjang kualitas kesehatan, tergantung lagi dari bagaimana kita mengaturnya. Pola hidup yang buruk dapat mengiring kita ke kualitas hidup yang buruk, begitupun sebaliknya. Jadi sudah seyogyanya bagi kita sebagai manusia yang telah diberikan karunia kesehatan yang baik menjaganya dengan menerapkan pola hidup yang baik. Mulailah dari menerapkan waktu istirahat yang sepantasnya bagi tubuh kita sendiri.

Konsumsi Hidangan Bersantan Saat Lebaran, Siapa Takut?

Hari Raya Idul Fitri memiliki kaitan yang sangat erat dengan hidangan-hidangan yang mengandung santan, seperti opor, rendang, kari, dan lain-lain. Nah buat teman-teman ternyata tidak perlu takut untuk menikmati makanan-makanan tersebut, tentunya bila dikonsumsi secara wajar ya. Yuk kenali terlebih dahulu seluk beluk mengenai santan dan tips-tips sehat terkait santan.

Santan di samping memiliki khasiat untuk menambah rasa gurih dan enak pada masakan, seringkali dituduh buruk bagi kesehatan. Faktanya adalah santan ini mempunyai manfaat yang luar biasa bagi tubuh yang kurang dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Santan kelapa adalah cairan berwarna putir yang dihasilkan dari daging kelapa yang diparut, diperas dan ditambahkan air. Santan kelapa mengandung tiga nutrisi utama, yaitu lemak sebesar 88,30%, protein sebesar 6,10% dan karbohidrat sebesar 5,60% (Srihari, 2010 dalam Cahyono, 2015). Santan mempunyai rasa lemak dan digunakan sebagai perasa yang menyedapkan masakan menjadi gurih.

Santan mengandung asam lemak jenuh, asam lemak monotakjenuh dan asam lemak politakjenuh. Hasil penelitian sendiri menunjukkan bahwa sebanyak 89-91% kandungan santan terdiri dari asam lemak jenuh (Hayati, 2010). Perlu diketahui bahwa santan dan minyak kelapa terkenal dengan MCFA (Medium Change Fatty Acid) yang tinggi. Walaupun MCFA bukan merupakan sumber asam lemak penting tetapi MCFA mudah diserap dan digunakan sebagai tenaga secara optimal. MCFA dapat meningkatkan kadar metabolik badan dan selanjutnya mampu mengurangkan berat badan karena sifat-sifat MCFA yang mudah diubah kepada tenaga dibandingkan dengan disimpan sebagai lemak dalam badan. (Kem et al., 2000 dalam Hayati, 2010).

Profil asam lemak pada santan juga didominasi oleh asam laurat (Hayati, 2010). Yang mungkin kurang kita ketahui mengenai asam lemak ini adalah asam lemak berantai sederhana yang sangat baik untuk kesehatan. Manfaat asam laurat antara lain dapat membunuh berbagai jenis mikroba. Sifat asam laurat dapat melarutkan membrane virus sehingga akan mengganggu kekebalan virus. Hal ini akan membuat virus tersebut inaktivasi (Pujiati, 2012). Asam laurat juga bermanfaat sebagai anti mikroba.

Salah satu hal yang sering menjadi kekhawatiran orang-orang ketika mengonsumsi hidangan bersantan adalah meningkatnya kadar kolesterol darah. dr. Tan Shot Yen, pakar gizi mengatakan bahwa meningkatnya kadar kolesterol darah akibat konsumsi hidangan bersantan sebenarnya dapat dihindar apabila mengonsumsinya secara wajar. “Santan adalah makanan yang sehat” tuturnya, namun perlu kembali diingat bahwa santan memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi sehingga sebaiknya konsumsi makanan bersantan dibatasi agar tidak lebih dari sekali seminggu.

Masyarakat juga memiliki kebiasaan untuk memanaskan makanan bersantan berulang-ulang meskipun telah melewati beberapa hari. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena pemanasan yang berulang-ulang akan menyebabkan kadar kandungan lemaknya akan semakin meningkat (Cahyono, dkk., 2015). Berdasarkan hal itu pula disarankan kepada yang akan memasak hidangan bersantan untuk memasukkan bahan santan pada urutan terakhir dalam proses pemasakan, selain agar tidak diperoleh hasil santan yang pecah.

Sumber:

Anwar, F. 2018. Tips Sehat Konsumsi Makanan Bersantan Tanpa Khawatir Kolesterol. https://health.detik.com/diet/4002725/tips-sehat-konsumsi-makanan-bersantan-tanpa-khawatir-kolesterol. 03 Mei 2018 (14:07).

Cahyono, M. A., Yuwono, S. S. 2015. Pengaruh proporsi santan dan lama pemanasan terhadap sifat fisiko kimia dan organoleptic bumbu gado-gado instan. Jurnal Pangan dan Agroindustri [Online] Vol. 3, No. 3. Hal. 1095-1106. http://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/viewFile/232/239

Hayati, R. 2010. Profil asam lemak dan triasilgliserol berantai sedang (mcfa) dalam kelapa segar dan santan (cocos nucifera l.). Agrista [Online] Vol. 14, No. 3. https://media.neliti.com/media/publications/218826-profil-asam-lemak-dan-triasilgliserol-be.pdf

Su’I, M., Sumaryati, E., & Yusron, M. 2017. Pengaruh suhu dan lama hidrolisis santan kelapa terhadap kadar asam laurat (menggunakan enzim lipase endogenous). Jurnal Ilmu Pertanian Agrika [Online] Vol. 11, No. 1. http://publishing-widyagama.ac.id/ejournalv2/index.php/agrika/article/view/448/437

Tips Sehat Berbuka Puasa

Saat yang paling menyenangkan selama bulan puasa adalah berkumpul bersama keluarga dan teman menanti adzan dikumandangkan. Namun ingat, pengalaman menyenangkan bisa menjadi momok menakutkan, misalkan, penyakit maag, pusing-pusing dan lemas. Nah berikut tips sehat berbuka puasa;

  1. Mulailah dengan segelas Air
    Mulailah berbuka puasa dengan air, jus segar, atau susu. Sebab air, dapat mencegah dehidrasi Anda. Minumlah 1 – 2 gelas air sebelum makan dan hindari minum saat makan sedang berlangsung agar tidak menunda proses pencernaan Anda.
  2. Ambillah Sebiji Buah Kurma
    Secara tradisional, kurma biasanya dihidangkan pertama kali di menu buka puasa. Kurma memiliki semburan gula alami yang bergizi untuk menyokong tubuh dengan energi yang dibutuhkan. Jika Anda menderita sakit kepala pada saat puasa, kemungkinan besar disebabkan oleh gula darah rendah, jadi mulailah buka puasa dengan sebiji atau dua kurma.
  3. Semangkuk Sup
    Hidangan yang satu ini memang tidak tergantikan pada menu buka puasa. Sup kaya akan air dan membantu penderita dehidrasi. Jika Anda pencinta sup, maka carilah sup miju-miju, tomat, atau sayuran dan hindari sup krim.
  4. Makanlah sayuran
    Sayuran kaya akan vitamin, mineral, dan serat dan memberi begitu banyak nutrisi dalam kalori begitu sedikit. Sayuran dapat memberi perasaan kenyang, sehingga Anda makan lebih sedikit di makanan-makanan utama.
  5. Pilih Karbohidrat yang Baik
    Pastikan saat buka puasa menunya mengandung karbohidrat baik, seperti, beras merah, pasta gandum utuh atau roti, kentang atau burghul. Karbohidrat kompleks memberikan sumber energi yang lebih stabil dan berkelanjutan disamping serat dan mineralnya.
  6. Pilihlah Protein Tanpa Lemak
    Saat berbuka puasa, Anda harus berusaha mengkonsumsi protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna dan mengandung semua asam amino esensial. Tubuh Anda membutuhkan protein untuk membangun dan mempertahankan massa otot.
  7. Bikin Santai aja
    Jangan terburu-buru menyelesaikan makanan Anda. Setelah menahan makan dan minum sehari, kelebihan beban pada makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah lambung lainnya.
  8. Hindari makanan tinggi lemak, Garam dan Gula
    Bila mungkin, jauhi makanan berat untuk berbuka puasa yang mengandung lemak, garam dan gula tambahan yang tidak sehat. Saat memasak, buat resep ramadan favorit Anda lebih sehat dengan cara merapikan, memanggang, mengukus dan menghindari menggoreng.

Ps: berbukalah dengan yang manis-manis, semanis admin 🙂

Pentingkah Mengonsumsi Susu?

Gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas sumberdaya manusia. Gizi tidak hanya diperlukan untuk mendukung pertumbuhan namun juga bagi kesehatan setiap manusia, serta untuk mencapai produktivitas yang optimal. Gizi yang baik akan memengaruhi perkembangan tubuh seorang manusia dari sejak usia kandungan sampai usia tua. Dan persoalan gizi tidak dapat terlepas dari salah satu elemen penting di dalamnya, yaitu susu. Susu sebagai salah satu minuman bergizi yang mengandung berbagai zat bioaktif, vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Susu sangat penting sebagai suplemen gizi.

Susu didefinisikan oleh Susilorini (2007) sebagai bahan pangan alami dengan nilai nutrisi yang lengkap yang dihasilkan oleh kelenjar (mammae) baik binatang maupun seorang ibu yang mengandung lemak, protein, lactose serta berbagai macam garam dan vitamin. Di Indonesia sendiri ternyata merupakan salah satu negara dengan konsumsi susu sapi segar paling rendah di Asia (survey perusahaan riset global Canadean tahun 2004). Rata-rata konsumsi kalsium masyarakat di Indonesia baru mencapai 23 mg/hari dengan 1/40-nya dari susu, sedangkan Malaysia telah mencapai rata-rata konsumsi susu 20 l/kapita/tahun.

Kandungan nutrisi pada susu dapat dikatakan lengkap bila dibandingkan dengan minuman lainnya. Adapun kandungan nutrisi yang ada dalam susu seperti kalsium, fosfor, zinc, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B2, asam amino dan asam pantotenat. Kalsium dalam susu mempunyai fungsi di dalam tubuh, antara lain pembentukan tulang dan gigi, mengatur reaksi biologi, membantu kontraksi otot, mengatur pembekuan darah, dan berperan dalam proses pembentukan gigi. Kandungan protein dalam dalam susu sepadan dengan daging dan hanya diungguli oleh protein telur. Protein diperlukan dalam regenerasi sel-sel baru dan pembentukan otak pada janin, membentuk enzim dan hormone serta energy (Notoatmodjo, 2007 dalam Wardyaningrum, 2011). Protein juga berfungsi sebagai pertahanan terhadap bakteri dan virus, yang berarti konsumsi susu secara teratur akan membentuk pertahanan tubuh. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu sedikitnya 1,5 liter perhari dapat memperkecil resiko penyakit jantung. Ada juga penelitian yang menyimpulkan bahwa minum susu lebih dari rata-rata dap memberikan perlindungan terhadap resiko stroke (Winarno, 2007 dalam Wardyaningrum, 2011).

Dari fakta-fakta yang telah dipaparkan terkait kandungan-kandungan gizi dari susu tersebut, maka dirasa perlu sekiranya agar konsumsi susu semakin dibudayakan di Indonesia, baik kepada ibu yang sedang mengandung bayinya, seorang anak yang sedang mengalami proses pertumbuhan, seorang pekerja yang perlu untuk mengoptimalkan produktivitas kerjanya, sampai pada seorang dalam masa tuanya. Susu merupakan elemen yang dangat penting bagi pemenuhan gizi itu sendiri, dan kalau bukan dari kita yang memulai untuk mengonsumsi susu, lalu siapa lagi?

Sumber:

Puspitasari, R. I. 2012. Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian susu formula pada ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan di bidan praktek swasta hj. Renik suprapti kelurahan batarsoka kecamatan prwokerto barat kabupaten banyumas tahun 2011. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 3(1), Hal. 1-17.

Wardyaningrum, D. 2011. Tingkat kognisi tentan konsumsi susu pada ibu peternak sapi perah lembang jawa barat. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI PRANATA, 1(1), Hal. 19-26.

Pengurus Formazi FKM Unhas Periode 2018/2019

Ketua                     : Endah Triasty Diningrum
Wakil Ketua         : Nuristha Febrianti
Sekretaris             : Nabilah Mustafaina Kamil
Wakil Sekretaris  : Nurhilda Resky Awalia S.
Bendahara            : Andi Aisyah Ainun
Wakil Bendahara : Mutmainna Nurfadila

 

Divisi Hubungan Masyarakat (Humas)
Koordinator: Resky Beny
Anggota:
  1. Andi Herdayanti
  2. Elma Ampangallo
  3. Gita Pratiwi Basar
  4. Marini Rezki Amanda
  5. Musfirah Nurramadhani
  6. Farida Hanum Amu
  7. Salwa Inayah Huda MA Parewasi
Divisi Pengabdian Masyarakat (Pengabmas)
Koordinator: Sabella Vania Simon
Anggota:
  1. Eszha Widnatusifah
  2. Nurul Azizah Hapid
  3. Dewi Yustika Arsyad
  4. Ghea Fricillia Sambe
  5. Astri Mariati
  6. Indra Aini
  7. Rasni
Divisi Pendidikan dan Profesi (Pendprof)
Koordinator: Nita Anggraeni
Anggota:
  1. Nur Azizah
  2. Husnul Aini
  3. Safirah Mujahidah S.
  4. Dwi Yuniaty Ismail
  5. Desyi Cahya Ilmiah
  6. Ita Sajek Prayekti
  7. Putri Rahmawati Nento
Divisi Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA)
Koordinator: Hardianti
Anggota:
  1. Hendrawan Tumakaka
  2. Dina Febriani R. Parewasi
  3. Aulia Maghfirah
  4. Ruth Liliaprianty
  5. Syarifah Nurhalima
  6. Nur Eka Sukma
  7. Riska Maya Sari
Divisi Dana dan Usaha (Danus)
Koordinator: Nur Aizah Gian
Anggota:
  1. Amalia Suci R. R.
  2. Nurlailah Hamzah
  3. Nur Annisa Hamid
  4. Khirana Sal-sabila P.
  5. Nurhalisah
  6. Rizka Noprianti
Divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom)
Koordinator: Sih Wening Shivanela
Anggota:
  1. Izzatul Maulia Husnar
  2. Risma
  3. Mujahidah Anshar
  4. Wahyuni Nurqadriyani B.
  5. Arwini Anggraeni
  6. Fitria Rizky Dwi Putri
  7. Iskandar Dahlan

Sekilas Tentang Formazi FKM Unhas

Assalamu’alaikum, selamat datang di laman resmi Forum Mahasiswa Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FORMAZI FKM UNHAS).
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang senantiasa memberikan kita nikmat kesehatan dan kebahagiaan sampai pada saat ini kami dapat menjalankan estafet kepengurusan baru periode 2018/2019. Salawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik yang senantiasa membawa kita menuju kebaikan.

Forum Mahasiswa Gizi atau yang biasa disingkat Formazi merupakan organisasi intern mahasiswa gizi FKM Unhas yang bertujuan menghimpun mahasiswa gizi yang memiliki potensi dan semangat perjuangan dalam usaha untuk mencapai cita-cita bersama sebagai mahasiswa yang menjunjung tinggi etika profesionalisme bidang gizi dan kesehatan. Adapun sebelum Formazi, terlebih dahulu didirikan Himpunan Mahasiswa Gizi pada tahun 1998, dimana pada saat itu Ilmu Gizi belum termasuk salah satu Prodi, melainkan salah satu jurusan yang ada di FKM. Namun seiring waktu, Himpunan Mahasiswa Gizi ini mengalami vakum, hingga kemudian terbentuklah Prodi Ilmu Gizi pada tahun 2008.

Dan tepatnya pada tanggal 25 April 2008, didirikanlah Formazi FKM Unhas. Ketua Formazi pertama yaitu Kakanda Surahmansah Said pada periode 2008/2009 yang merupakan angkatan 2006. Pada periode 2008/2009 pula diadakan musyawarah besar pada tanggal 28-30 Maret di Bili-Bili. Di musyawarah besar tersebut baru dirumuskan AD dan ART. Musyawarah besar tersebut dihadiri oleh mahasiswa gizi angkatan 2005, 2006, 2007, serta staf dan dosen gizi diantaranya Prof. Dr. Razak Thaha, M.Sc, Prof. dr. H Veni Hadju, M.Sc., Ph.D, dr. Djunaidi M. Dachlan

Ketua-Ketua FORMAZI pada periode selanjutnya yaitu Kakanda Yudi, Aldi Permana, Fitrah, Muhammad Ikshan, Dian Angraeni, Zulfikar Hasbullah, Muhammad Aryadipa, Silvana Herman, dan Hardyanty Subair. Hingga tidak terasa kepengurusan baru telah tiba, izinkan saya, Endah Triasty Diningrum selaku ketua Formazi FKM Unhas mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas perhatian dan doa-doanya untuk kepengurusan periode 2018/2019. Semoga segala doa dapat terwujud dan membawa keberkahan.

Bertumbuh. Hidup penuh dengan berbagai peluang, hidup juga penuh dengan berbagai macam orang beserta kepribadian dan pemikirannya masing-masing. Kita tentu telah menghadapi berbagai macam hal dari kita lahir sampai hari ini. Dinamika tersebut adalah sebuah keniscayaan, yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bertumbuh bersamanya. Hal-hal entah baik atau kurang mengenakan pastilah akan terjadi, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan hal baik tersebut sebagai motivasi, dan menjadikan hal yang kurang mengenakan sebagai pembelajaran dan pendewasaan.

Bermakna. Apalah arti sebuah organisasi tanpa memberikan kebermanfaatan. Harapan dari kami, melalui Formazi FKM Unhas, kami dapat menebar kebermanfaatan baik bagi pengurus Formazi sendiri, keluarga gizi, maupun bagi siapa saja yang mengenal Formazi.

Kenal, akrab, dekat, dan bersinergi. Semoga selama kepengurusan setahun ke depannya kita bisa menjalin hal ini.

Akhir kata, terima kasih telah mampir di laman kami. Semangat untuk segalanya!
Wassalamu’alaikum.

KAJIAN ISU MUTAKHIR GIZI

“ISU TERORISME DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL”

Selasa, 06 Maret 2018 Forum Mahasiswa Gizi FKM Universitas Hasanuddin mengadakan Kajian Isu Mutakhir Gizi atau biasa disebut KIMGI yang merupakan suatu kegiatan yang diadakan untuk membahas masalah atau isu terkini terkait gizi yang diperbincangkan di Indonesia, dengan tema “Isu Terorisme dalam Hubungannya dengan Perdagangan Internasional. Dalam kesempatan kali ini, FORMAZI bekerjasama dengan teman-teman lintas bidang yakni Pertanian dan Hukum untuk membagikan pandangannya melalui perspektif ilmu masing-masing.

Antusiasme peserta kajian sangat besar, dilihat dari beragam pertanyaan yang muncul untuk didiskusikan bersama. Dalam kesempatan kali ini, pemateri menjelaskan bahwa belum ada payung hukum atau UU yang  kuat yang dapat menjamin sekaligus memberikan pengawalan yang ketat dan maksimal terhadap masuknya pangan dari luar negeri. Hali ini dapat menjadi celah bioterorisme masuk ke Indonesia. Bioterorisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan penggunaan sabotase atau penyerangan dengan bahan-bahan biologis atau racun biologis dengan tujuan untuk menimbulkan kerusakan pada perorangan atau sekelompok orang. Bioterorisme ini dapat menyerang berbagai ketahanan mulai dari produksi ternak, tumbuh-tumbuhan, makanan, dan penyebaran jenis penyakit melalui makanan.

Di akhir diskusi, ketiga pemateri mengajak peserta untuk bersama-sama merenungkan apa yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah ini, agar bioterorisme dapat diatasi. Untuk itu diperlukan pula peran pemerintah dalam peningkatan proses pengawasan terhadap proses impor pangan. Selain itu juga peserta diajak untuk lebih banyak lagi mengeksplorasi hasil alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan.