Hari PPOK 2016

Kenali Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

      Penyakit paru obstruktif kronik atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease merupakan rangkaian penyakit paru yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang tid ak sepenuhnya reversible. PPOK terdiri atas 3 kesatuan yaitu bronkitis kronik didefinisikan menurut gejala klinisnya, emfisema paru menurut ppok-atau-copdpatologi anatominya, sedangkan asma menurut patofisiologi klinisnya.

  1. Asma

           Asma merupakan Keadaan yang menunjukkan respons abnormal saluran napas terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas yang meluas. Penyempitan jalan napas disebabkan oleh bronkospasme, edema mukosa, dan hipersekresi mukus yang kental. Asma dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu asma ekstrinsik atau alergik yang disebabkan oleh kepekaan individu terhadap alergan, asma intrinsik atau idiopatik ditandai dengan sering ditemukannya faktor nonspesifik seperti flu biasa, latihan fisik, asthmatic-airway-shutterstockatau emosi, serta serta asma campuran yang terdiri dari komponen-komponen asma ekstrinsik dan intrinsik.

  1. Bronkitis Kronik dan Emfisema

      Bronkitis kronik adalah hipertrofi kelenjar mukosa bronkus dan peningkatan jumlah dan ukuran sel-sel goblet, dengan infiltrasi sel-sel radang dan edema mukosa bronkus. Emfisema menunjukkan adanya abnormalitas, pembesaran permanen pada saluran udara bagian bawah sampai bronkhiolus terminal dengan kerusakan pada dinding dan tanpa fibrosis yang nyata. Ada dua bentuk emfisema yang paling penting sehubungan dengan PPOK yaitu, emfisema sentrilobular (CLE) yang menyerang bagian respiratorius dan duktus alpenderita-bronkitis50516587_mveolaris. Dinding-dinding mulai berubang, membesar, bergabung dan akhirnya cenderung menjadi satu ruang sewaktu dinding-dinding mengalami int  egrasi, serta emfisema panlobular (PLE) menyerang bagian asinus yang sentral maupun yang perifer, dimana alveolus yang terletak distal dari bronkiolus terminalis mengalami pembesaran serta kerusakan secara merata.

      Perjalanan klinis penderita PPOK terbentang mulai dari pink puffers sampai blue bloaters, yang berlangsung lama, dimulai dari usia 20-30 tahun dengan batuk merokok atau batuk pagi disertai dengan pembentukan sedikit sputum mukoid, serta infeksi pernapasan ringan yang cenderung berlangsung lebih lama dari biasanya. Tanda klinis utama pada pink puffers (berkaitan dengan PLE) adalah timbulnya dispnea (napas pendek yang abnormal) disertai batuk dan produksi sputum yang berarti. Biasanya dispnea mulai timbul antara usia 30 sampai 40 tahun dan semakin lama semakin berat. Pada keadaan PPOK pasien blue bloaters (bronkitis tanpa bukti-bukti emfisema obstruktif), biasanya menderita batuk produktif dan berulang kali mengalami infeksi pernapasan yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebleum tampak gangguan fungsi, akhirnya timbul gejala dispnea pada waktu pasien melakukan kegiatan fisik. Pengobatan PPOK mencakup berhenti merokok, antibiotik untuk infeksi pernapasan bagian atas, vaksin influenza dan pneumokokal profilaktik, obat-obat bronkodilator untuk meringkan bronkospasme, hidrasi, fisioterapi dada, latihan pernapasan, aliran rendah O2 yang terus menerus, dan program olahraga. Terapi peningkatan α1-antitripsin serta terapi reduski volume paru untuk pasien dengan defisiensi herediter masih bersifat eksperimental.

Daftar Pustaka:

Price, Sylvia A. dan Lorraine M. Wilson. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-prose Penyakit Edisi 6 Volume 1. Jakarta: EGC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *