Hari Peduli Limfoma se-Dunia

  Apa itu Limfoma?

         Limfoma merupakan istilah umum untuk berbagai tipe kanker darah yang muncul dalam sistem limfatik, yang menyebabkan pembesaran kelenjar betah bening. Limfoma disebabkan oleh sel-sel limfosit B atau F, yaitu sel darah putih yang dalam keadaan normal/sehat menjaga daya tahan tubuh kita untuk menangkal infeksi bakteri, jamur, parasit, dan virus, menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat dari sel biasa atau hidup lebih lama dari biasanya. Sistem limfatik sendiri merupakan jaringan pembuluh dengan katup dan kelenjar ditempat-tempat tertentu yang mengedarkan cairan getah bening melalui kontraksi otot yang berdekatan dengan kelenjar. Kelenjar getah bening menyaring benda asing dari getah bening dan juga mengangkut lemak yang diserap dari usus halus ke hati. Limfoma terbagi menjadi 2 (tipe) yaitu:

  1. Limfoma Hodgkin (HL)
  2. Limfoma Non-Hodgkin (NHL)

        Limfoma yang berhubungan dengan AIDS kadang kala disebut sebagai Limfoma Non-Hodgkin (NHL). Pada 1985, NHL dimasukkan pada daftar penyakit yang mendefinisi AIDS oleh Centers for Disease Control di AS. Penyakit Hodgkin, jenis limfoma lain, jarang ditemukan pada Odha. Semakin lama kita hidup dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, semakin tinggi risiko NHL. NHL dapat terjadi bahkan pada jumlah CD4 yang tinggi. NHL dapat gawat dan menimbulkan kematian, kadang-kadang dalam satu tahun.

       Penggunaan terapi antiretroviral (ART) mengurangi angka sebagian besar infeksi oportunistik kurang lebih 80%. Pada awal, penurunan ini tampaknya tidak berlaku untuk NHL. Namun penelitian baru menunjukkan kejadian NHL menurun 50%, terutama limfoma SSP. NHL masih menyebabkan kurang lebih 20% kematian pada Odha. Kurang lebih 10% Odha mungkin akhirnya akan mengembangkan NHL.

       Limfoma malignum non Hodgkin atau limfoma non Hodgkin adalah suatu keganasan primer jaringan limfoid yang bersifat padat. Lebih dari 45.000 pasien didiagnosis sebagai limfoma non Hodgkin (NHL) setiap tahun di Amerika Serikat. Limfoma non Hodgkin, khususnya limfoma susunan saraf pusat biasa ditemukan pada pasien dengan keadaan defisiensi imun dan yang mendapat obat-obat imunosupresif, seperti pada pasien dengan trans

        Anggapan pertama adalah bahwa status diferensiasi limfosit dapat dilihat dari ukuran dan konfigurasi intinya, sel-sel limfoid yang kecil dan bulat dianggap sebagai sel-sel yang berdiferensiasi baik, dan sel-sel limfoid kecil yang tidak beraturan bentuknya dianggap sebagai limfosit yang berdiferensiasi buruk. Anggapan kedua adalah sel-sel limfoid besar dengan inti vesikular dan mempunyai banyak sitoplasma yang biasanya berwarna pucat dianggap berasal dari golongan monosit makrofag (histiosit). Limfosit B mengandung imunoglobulin permukaan (surface immunoglobulins) yang dapat diwarnai dan menampilkan reseptor-reseptor untuk komplemen dan fraksi Fc dari imunoglobulin.

       Limfosit T tidak mempunyai imunoglobulin permukaan yang dapat diwarnai tetapi mempunyai kemampuan membentuk ikatan dengan sel-sel darah merah biri-biri. Dengan demikian limfosit B dan T dapat dikenal dan ditetapkan jumlahnya baik dalam darah tepi maupun dalam suspensi sel yang berasal dari jaringan limfoid. Pendekatan ini telah membuktikan bahwa sebagian besar NHL berasal dari sel B dan bahwa sel yang berproliferasi biasanya monoklonal.

Gejala-gejala Limfoma

Gejala utama yang dialami pengidap limfoma adalah tumbuhnya benjolan. Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan.Selain benjolan, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan pengidap. Indikasi-indikasi tersebut biasanya meliputi:

  • Selalu merasa lelah.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Demam dan menggigil.
  • Sering mengalami infeksi atau infeksi yang sulit sembuh.
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Tidak nafsu makan.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Sakit perut
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh.
  • Gangguan pernapasan.
  • Sakit dada.

Penyebab Penyakit Limfoma

       NHL disebabkan oleh rangsangan jangka panjang pada sistem kekebalan tubuh. Jika sel-B menggandakan diri secara cepat selama bertahun-tahun, makin banyak mutasi atau perubahan terjadi pada sel ini. Beberapa mutasi ini dapat menyebabkan kanker. Kurang lebih 4% orang dengan gejala penyakit HIV mengalami NHL setiap tahun. Angka kejadian NHL pada Odha 80 kali lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.

       Risiko NHL ditingkatkan oleh infeksi dengan virus Epstein-Barr, dan oleh faktor genetis. Angka kejadian NHL dua kali lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan pada perempuan, dan di AS, dua kali lebih tinggi di antara orang berkulit putih dibandingkan orang asal Afrika dan Karibia. Pada saat ini, belum diketahui cara pencegahan NHL.

Langkah Pengobatan Limfoma

       Pengobatan limfoma bisa tidak sama bagi tiap pengidap. Dokter akan menentukan langkah yang terbaik untuk Anda berdasarkan kondisi kesehatan, jenis, dan stadium limfoma Anda.

      Khusus untuk limfoma non-Hodgkin, tidak semuanya membutuhkan penanganan medis secepatnya. Jika kanker yang Anda idap termasuk jenis yang lambat berkembang, dokter mungkin akan menyarankan untuk menunggu dan melihat perkembangannya terlebih dulu. Bahkan ada limfoma non-Hodgkin stadium dini dengan ukuran kecil yang dapat diatasi melalui prosedur pengangkatan pada saat biopsi sehingga pasien tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut.

       Jika limfoma Anda membutuhkan pengobatan, langkah utama dalam menanganinya adalah kemoterapi. Kemoterapi dapat diberikan melalui infus atau obat minum. Jenis yang diberikan oleh dokter tergantung pada stadium kanker yang Anda derita. Terapi ini juga terkadang dikombinasikan dengan:

  • Radioterapi.
  • Obat-obatan steroid.
  • Terapi biologis, contohnya obat rituximab. Obat ini akan menempelkan diri pada sel-sel kanker lalu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang dan membunuhnya.
  • Transplantasi sumsum tulang. Langkah ini dibutuhkan bagi penderita limfoma yang mengalami kerusakan sumsum tulang akibat kemoterapi dosis tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Rahma Kasir, Dian, dkk,. 2014. Hubungan Kadar Laktat Dehidrogenase dengan Stadium Limfoma Maligna Non Hodgkin di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang periode Desember 2009 sampai Maret 2013. Vol 3 No 2. Jurnal Kesehatan Andalas.

Infodatin. 2015. Data dan kondisi Penyakit Limfoma Di Indonesia. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta Selatan.

Yayasan Spiritia. 2013. Limfoma. Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta

M, Santoso, dkk,. 2004. Diagnostik Dan Penatalaksanaan Limfoma Non Hodgkin. No. 4, Vol. 17. SMF Penyakit Dalam RSUD Koja. Departemen Penyakit Dalam FK UKRIDA. Jakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *