Hari Kesehatan Nasional

    Apa yang membuat seseorang sehat? Salah satu cara yang menarik untuk mendekati pertanyaan ini adalah untuk pertama mengidentifikasi apakah atau tidak orang tersebut bahagia. Dilaporkan sendiri kepuasan hidup yang tinggi telah terbukti untuk memprediksi kinerja kekebalan tubuh yang lebih kuat, fungsi kardiovaskular yang lebih baik, kurang kerentanan terhadap stres kronis, dan bahkan hidup lebih lama. Selain itu, berbagai macam baik longitudinal dan eksperimental studi menunjukkan hubungan antara kebahagiaan dan kesehatan, atas dan di luar perbedaan demografi, keadaan hidup,  dan kebugaran dasar seseorang. Tidak mengherankan, orang lebih bahagia adalah orang-orang sehat (Chopik & Ed, 2016).  Memperpanjang asosiasi satu langkah lebih jauh dengan mengeksplorasi konteks interpersonal hubungan sonal. Untuk lebih baik dan lebih buruk, kehidupan sehari-hari pasti  melibatkan kehadiran orang lain, dan karenanya seseorang kesehatan sendiri dan kebahagiaan tidak bisa eksis dalam ruang hampa. Penelitian terbaru tentang penularan sosial mengungkapkan bahwa individu kesejahteraan sangat asimilasi dengan kesejahteraan rekan-rekan nya. orang melaporkan mood yang lebih baik, kebahagiaan yang lebih besar, dan kepuasan hidup lebih tinggi bila dikelilingi oleh orang lain yang juga merasa positif, bahagia, dan puas. Demikian pula, orang lebih sehat secara fisik dan menikmati lebih baik kesehatan fisik ketika mereka terletak dalam fit dan sehat sosial jaringan (Chopik & Ed, 2016).

       Upaya pemantauan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak serta penanganannya dilakukan di berbagai tingkatan. Salah satunya upaya berbasis masyarakat yang diselenggarakan melalui Posyandu. Hingga saat ini, keberadaan Posyandu yang mencapai jumlah sekitar 269.000 mampu mendukung dan memberikan kontribusi besar dalam pencapaian tujuan Pembangunan Nasional, tambahnya. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2010, jumlah Balita yang dipantau melalui penimbangan di Posyandu terus meningkat hingga mencapai 75 persen, jelas dr.Krishna. Dr. Krishna menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah berupaya melakukan pembinaan untuk menjamin kesinambungan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak disetiap tingkat pelayanan. Sejak tahun lalu, Kemkes telah mencetak Buku KIA untuk seluruh sasaran ibu hamil dan didistribusikan sampai ke tingkat kabupaten/kota. Buku KIA, penting sebagai alat pencatatan sekaligus sumber informasi bagi keluarga tentang perawatan kesehatan bagi ibu dan anak (Chopik & Ed, 2016).

       Mencapai potensi penuh kesehatan tidak hanya bergantung pada penyediaan layanan kesehatan. Dalam rangka meningkatkan kesehatan peluang, faktor-faktor penentu kesehatan – yaitu, sosial, ekonomi, faktor lingkungan dan budaya yang mempengaruhi kesehatan – harus diperhitungkan. Ini berarti bahwa berbeda sektor, profesi dan masyarakat perlu menyepakati apa yang harus dicapai dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Ini akan menjadi penting untuk memahami setiap perspektif lain jika kita ingin bekerja dengan cara yang saling melengkapi. Kita perlu membangun aliansi dari tanah ke atas dan bekerja departemen di seluruh di tingkat pemerintah dalam pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat (Roin, 2003). Dalam Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat, dimana MDGs yang belum tercapai ditambah tantangan agenda pembangunan pasca-2015 dengan angka kematian, kemiskinan dan kesakitan yang diperkirakan untuk menurun. Serta, implementasi JKN yang akan meningkatkan akses pelayanan, dimana pelayanan yang tersutruktur dan efisien serta efektif. Dalam program Indonesia sehat ada tiga aspek yang dicanangkan yakni paradigma sehat, program pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, promotif dan preventif sebagai pilar utama upaya kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. Aspek kedua, penguatan yankes, program peningkatan akses terutama pada FKTP, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu. Aspek ketiga yaitu JKN, program benefit, sistem pembiayaan, kendali mutu dan kendali biaya serta sasaran FBI dan Non FBI (Farid, 2015).

       Di penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu prosesreformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik. Tidak begitu lamakemudian, tepatnya pada tahun 2000, para pimpinan dunia bertemu di New York dan menandatangani “Deklarasi Milennium” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Komitmentersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs menjadisalah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebutbukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruhkomponen bangsa (Bappenas, 2008).  Tujuan pembangunan milenium merupakan agenda serius untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan tingkat kehidupan yang disetujui oleh parapemimpin dunia pada  Millennium Summit  (pertemuan tingkat tinggi Millenium) pada bulan September 2000.  Dalam mencapai sasaran pembangunan milenium (millennium development goals/MDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Indonesia, berbeda dengan Indonesia Sehat 2010, sasaran MDGs ada indikatornya serta kapan harus dicapai. Sasaran MDGs ini bisa dijadikan slogan “IndonesiaSehat di tahun 2015” sebagai pengganti slogan sebelumnya. Dalam visi ini Indonesia mempunyai delapan sasaran MDGs salah satunya yaitu mengurangiangka kematian bayi dan ibu pada saat persalinan. Maksud dari visi tersebut yaitu kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman serta bayi yang akan dilahirkan hidup sehat, dengan misinya menurunkan kesakitan dan kematian maternal dan neonatal melalui pemantapan sistem kesehatan di dalam menghadapi persalinan yang aman.

DAFTAR PUSTAKA

Chopik & Ed, 2016. Happy You, Healthy Me? Having A Happy Partner Is Independently Associated With Better Health In Oneself. Online First Publication, Vol 19.

Farid, N., 2015. Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Roinn, A., 2003. Strengthening The Nursing Contribution to Public Health. Departement of Health, Social Survices and Public Safety.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *