Hari Jantung Sedunia

       Jantung ialah organ tubuh yang sangat penting untuk dijaga kesehatannya, karena begitu penting fungsi jantung untuk tubuh manusia. Penyakit jantung sangat sulit untuk dideteksi, sehingga menyebabkan banyak orang yang meninggal dunia secara mendadak tanpa disadari jika seseorang mengidap penyakit jantung atau terkena serangan jantung. Mitos yang beredar di sebagian besar masyarakat Indonesia ialah penyakit jantung jarang ditemui, tidak perlumelakukan cek kesehatan apabila tidak merasakan apapun, dan penyakit jantung ialah penyakitnya para orang kaya dan yang sudah tua renta. Fakta yang terjadi sebenarnya ialah bahwa penyakit jantung dan kardiovaskular menjadi peringkat pertama penyebab kematian di beberapa negara termasuk di Indonesia.

       Di Indonesia penyakit jantung dan pembuluh darah terus meningkat dan akan memberikan beban kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, dan negara. Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,5%, sedangkan untuk gejalanya sebesar 1,5%. Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang, penyakit ini menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya. Pada tahun 2008 diperkirakan sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi sebelum usia 60 tahun. Terjadinya kematian dini yang disebabkan oleh penyakit jantung berkisar sebesar 4% di negara berpenghasilan tinggi, dan 42% terjadi di negara berpenghasilan rendah. Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung pembuluh darah, terutama penyakit jantung koroner dan stroke diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030.

       Ada berbagai macam jenis penyakit jantung, salah satu penyakit jantung yang berbahaya ialah penyakit jantung koroner (PJK). Gejala penyakit jantung sebenarnya bervariasi tetapi yang paling sering terjadi adalah “nyeri dada”. Penyakit jantung koroner adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat hasil tersumbatnya atau penyempitan pembuluh darah arteri koroner. Seperti yang diketahui pembuluh darah arteri koroner berfungsi untuk mengaliran darah dengan membawa sari-sari makanan maupun oksigen yang sangat dibutuhkan oleh otot jantung agar bisa berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Dari penelitian yang dilakukan Kurniadi (2013) pada laki-laki akan mulai beresiko mengalami penyakit jantung pada umur 45 tahun, sedangkan pada wanita umur 55 tahun. Presentasi hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 50% dari laki-laki dan 64% dari wanita yang meninggal karena penyakit jantung, dan tidak pernah mengalami gejala apapun sebelumnya atau merasa baik-baik saja.

       Penyakit jantung koroner telah menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Banyak

orang terkena serangan jantung tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Selama 50 tahun terakhir, semakin banyak orang terkena penyakit jantung koroner, dan beberapa faktor penyebab utamanya telah diketahui. Penyakit jantung koroner diperkirakan 30% menjadi penyebab kematian di seluruh dunia.

       Menurut WHO tahun 2005, jumlah kematian penyakit kardiovaskular (terutama penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit jantung rematik) meningkat secara global menjadi 17,5 juta dari 14,4 juta pada tahun 1990. Berdasarkan jumlah tersebut, 7,6 juta dikaitkan dengan penyakit jantung koroner. American Heart Association (AHA) pada tahun 2004 memperkirakan prevalensi penyakit jantung koroner di Amerika Serikat sekitar 13.200.000.

       Penderita PJK banyak didapatkan adanya faktor – faktor risiko. Faktor risiko utama atau

fundamental yaitu faktor risiko lipida yang meliputi kadar kolesterol dan trigliserida, karena pentingnya sifat – sifat substansi ini dalam mendorong timbulnya plak di arteri koroner.Negara Amerika pada saat ini 50% orang dewasa didapatkan kadar kolesterolnya > 200 mg/dl dan ± 25% dari orang dewasa umur > 20 tahun dengan kadar kolesterol > 240 mg/dl, sehingga risiko terhadap penyakit jantung koroner akan meningkat. Penderita penyakit jantung koroner akan mengalami hipertensi 2,25 kali dibanding dengan yang bukan penderita penyakit jantung koroner.Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya keadaan-keadaan sifat dan kelainan yang dapat mempercepat terjadinya penyakit jantung koroner.Memiliki faktor risiko lebih dari satu seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas, maka akan mempunyai 2 atau 3 kali berpeluang terkena penyakit jantung koroner dibandingkan 70 orang yang tidak.

DAFTAR PUSTAKA

Agustini, Mery. 2016.  Self-Efficacy Dan Makna Hidup Pada Penderita Penyakit Jantung Koroner. Volume 4 Nomor 4. Mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Zahrawardani, Diana, dkk,.2013. Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RSUP Dr Kariadi Semarang. Volume 1 Nomor 2. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah, Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *